Menuju Prestasi Nasional : Jaya Kusuma Siap Menginspirasi Indonesia

Tahun 2012 menjadi sejarah baru Desa Singosaren. Di tahun ini, pemuda Desa Singosaren menunjukkan ke

Menjadi Nasional 1

Selasa (4/12) merupakan hari bersejarah bagi Karang Taruna Jaya Kusuma.  Sebuah surat dari Kemensos

Pabrik BRA Akan Diperlebar Ke Barat, Pemerintah Desa Meminta Waktu Sebelum Memutuskan Izin

Tertanggal 18 Desember 2012, PT Busana Remaja Agracipta (PT BRA) Yogyakarta, yang berlokasi di Desa

Showroom Jaya Kusuma Artshop di Sekaten

Sejak Jumat (21/12) lalu, Jaya Kusuma Artshop menggelar produknya di Anjungan Pemda DIY yang ada di

“Pemuda adalah Tanggung Jawab Karang Taruna” : Kritik untuk Karang Taruna Di Rembug Warga Tahunan

Selasa (25/12) malam, bertempat di Grha Bhakti Singosari, diadakan Rembug Warga Tahunan (RWT). Acara

 

Menjadi Nasional 1

Desember 10, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren, Mbelik Pace News

Selasa (4/12) merupakan hari bersejarah bagi Karang Taruna Jaya Kusuma.  Sebuah surat dari Kemensos RI, melalui Dinas Sosial DIY, menunjukkan bahwa KT Jaya Kusuma menduduki peringkat 1 sebagai Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2012.

Menurut Lisa, Ketua KT Jaya Kusuma, kemenangan ini adalah kemenangan warga Singosaren. Pasalnya, warga lah yang selama ini telah mendukung program-program karang taruna. “Kekompakan warga Singosaren lah yang membuat kami mampu mencapai prestasi ini”, tambah lisa.

Selama tiga tahun terakhir, KT Jaya Kusuma fokus pada peningkatakan pengetahuan masyarakat dengan mengoptimalkan fungsi internet. Salah satu upayanya adalah dengan mengelola Sanggar Sinau Bareng. Sanggar ini merupakan ruang bertukar pengetahuan antar warga masyarakat. Dengan fasilitas internet, masyarakat menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi dari seluruh dunia. Selain itu, masyarakat juga berkesempatan untuk berdaya mengelola informasinya sendiri.

“Prestasi ini bukanlah puncak dari tujuan KT Jaya Kusuma, melainkan awal anak tangga untuk menuju tingkatan yang lebih cemerlang”, terang Imron Rosadi, bagian Humas.

Menuju Prestasi Nasional : Jaya Kusuma Siap Menginspirasi Indonesia

Oktober 8, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren

Tahun 2012 menjadi sejarah baru Desa Singosaren. Di tahun ini, pemuda Desa Singosaren menunjukkan kekuatannya di hadapan Indonesia.  Melalui karya nyata dari Karang Taruna Jaya Kusuma, para generasi muda Desa terkecil di Kabupaten Bantul ini siap menjadi inspirasi bagi bangsa.

Setelah melalui seleksi dari level kecamatan hingga provinsi, di tahun 2012 ini, Karang Taruna Jaya Kusuma  akhirnya mendapat kepercayaan untuk mengikuti evaluasi Karang Taruna Berprestasi tingkat Nasional. Senin (8/10) ini, KT Jaya Kusuma mendapat kunjungan lapangan dari Tim Penilai utusan dari Kementerian Sosial RI. Tim tersebut terdiri dari Drs. Arief Kushara dan Luluk Sugianto,SST , Kasubdit Karang Taruna. Didampingi oleh Karang Taruna Provinsi DIY dan Dinas Sosial Provinsi DIY, tim penilai disambut sebuah tarian Songsong Agung yang megah.

Prosesi penyambutan dilanjutkan dengan seremonial singkat. Hadir dalam kesempatan ini pula Wakil Bupati Bantul, Drs Sumarno Prs beserta segenap jajarannya.  Beliau menyampaikan sambutan selamat datang dari Bupati Bantul dan dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai Karang Taruna Jaya Kusuma oleh Ketua, Lisa Lindawati. Setelah itu, acara seremonial dilanjutkan dengan perkenalan dan pengantar dari tim penilai.

Dalam kunjungan lapangan ini, KT Jaya Kusuma telah menyiapkan 2 lokasi sempel. Pertama, lokasi Sanggar Sinau Bareng yang ada di Dusun Semoyan. Kedua, karang taruna unit sampel di Dusun Sarirejo 1. Selain dua lokasi tersebut, KT Jaya Kusuma juga menyiapkan Singosaren Expo yang memamerkan potensi pemuda Desa Singosaren.

“Kami bukanlah generasi yang mudah terkalahkan oleh zaman. Modal kami adalah semangat dan optimisme. Dengan modal tersebut, kami tidak lagi bisa dipermainkan oleh zaman”, papar Lisa dalam sambutannya. (Hanggar)

 

Pabrik BRA Akan Diperlebar Ke Barat, Pemerintah Desa Meminta Waktu Sebelum Memutuskan Izin

Januari 10, 2013 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren, Mbelik Pace News

Tertanggal 18 Desember 2012, PT Busana Remaja Agracipta (PT BRA) Yogyakarta, yang berlokasi di Desa Singosaren Banguntapan Bantul, mengajukan surat permohonan sewa tanah kas desa yang ada di sebelah barat lokasi pabriknya saat ini. Sebagai bahan pertimbangan, pihak PT BRA melampirkan Surat Edaran Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Nomor 57/BC/2011 yang berisi ketentuan Kawasan Berikat. Dalam Pasal 4 ayat 3 disebutkan bahwa luas lokasi kawasan berikat paling sedikit 10.000 m2 dalam satu hamparan. Sedangkan saat ini, luas kawasan PT BRA belum mencapai luas seperti yang ditentukan.

Menanggapi surat permohonan tersebut, tertanggal 28 Desember 2012, Lurah Desa melayangkan surat sebagai jawaban sementara kepada pihak PT BRA. Dalam surat tersebut, Lurah meminta maaf belum bisa memberikan jawaban tentang boleh tidaknya permohonan tersebut. Pasalnya, Lurah menganggap perlunya pertimbangan dan musyawarah dengan lembaga desa yang ada. Selain itu, Lurah juga ingin mendengar aspirasi dari warga masyarakat terlebih dahulu.

PT BRA didirikan di Desa Singosaren sekitar tahun 2003. Pada saat itu, PT BRA berdiri di atas tanah kas desa yang luasnya berkisar 8000 m2. Izin sewa pada awalnya hanya selama 25 tahun kemudian berkembang menjadi 75 tahun. Lima tahun kemudian, PT BRA mengajukan surat permohonan pembelian tanah kas desa. Hingga akhirnya di pertengahan tahun 2008, tanah kas tersebut berhasil dibeli. Proses pembelian ini menimbulkan polemik dalam masyarakat.

Mengingat peristiwa lima tahun silam, Lurah Desa merasa harus berhati-hati menanggapi surat permohonan ini. Pihak pemerintah desa tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Hal ini dilakukan untuk menghindari gejolak dalam masyarakat. Disamping itu, pihak desa mengaku belum merasakan keuntungan yang signifikan dari keberadaan industri tersebut. Selama kurang lebih 10 tahun ini, tidak ada pendapatan langsung yang diterima desa dari keberadaan pabrik tersebut. Dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga tidak diterima langsung oleh pihak desa. Hanya bingkisan yang diberikan pada saat lebaran saja.

Dalam surat yang diajukan oleh pihak PT BRA disebutkan bahwa perluasan kawasan tersebut akan mampu menyerap 1500 tenaga kerja. Penambahan ini disebut-sebut akan berdampak positif terhadap perkembangan perekonomian Desa Singosaren. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim redaksi, klaim ini dipertanyakan kebenarannya. Pasalnya, sekarang ini hanya segelintir masyarakat Singosaren yang bekerja di pabrik tersebut. Banyak yang tidak berminat dan tidak betah karena iklim kerja yang sangat keras. Disamping itu, hanya kawasan tertentu saja yang menerima imbas ekonominya secara langsung, baik warung makan, kawasan parkir, maupun kos-kosan. Bahkan, ada beberapa kos besar yang justru dimiliki oleh warga di luar Desa Singosaren. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut.

Menanggapi isu ini, Lisa selaku Ketua Karang Taruna menyampaikan, “Yang penting adalah transparansi prosesnya saja. Masyarakat harus tahu mengenai rencana ini. Desa juga mempunyai otoritas untuk memutuskan. Jangan sampai ada intervensi dari atas atau pihak lain”, terang Lisa. (Red)

Showroom Jaya Kusuma Artshop di Sekaten

Desember 31, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren, Mbelik Pace News

Sejak Jumat (21/12) lalu, Jaya Kusuma Artshop menggelar produknya di Anjungan Pemda DIY yang ada di kawasan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS). Stand pameran ini merupakan pemberian dari Dinas Sosial DIY. “Kami diberi kesempatan untuk menempati stand Dinsos DIY selama 2 minggu”, terang Wicak salah satu penjaga stand.

Kesempatan yang diberikan untuk JK Artshop tidak dapat dilepaskan dari prestasi Karang Taruna Jaya Kusuma yang berhasil mengantongi juara 1 evaluasi KT Berprestasi tingkat nasional. “Ini merupakan salah satu bentuk reward dari pemerintah kepada kami yang sudah berhasil mempertahankan gelar juara untuk DIY”, terang Imron, humas KT Jaya Kusuma.

Stand JK Artshop buka setiap hari dari pukul 17.00-21.00 WIB hingga tanggal 4 Januari 2013 mendatang. Produk yang dipasarkan adalah berbagai hasil kerajinan dari pemuda Singosaren dan warga pada umumnya. Produk tersebut antara lain kerajinan perak dan tembaga, tas batik, tas dari retsleting, pernak-pernik dari kain flanel, dan juga hasil pengolahan limbah plastik.

“Setiap hari kami bisa menjual 5-1o item barang. Ya meskipun masih terhitung sedikit, setidaknya kami mempunyai ruang untuk berpromosi. Kami berpikir jangka panjang. Kami berharap setelah ini lebih banyak orang yang datang ke showroom kami atau order barang”, terang Dodi salah satu penjaga stand.

Untuk mendukung upaya promosi tersebut. di stand JK Artshop juga tersedia brosur dan leaflet terkait kegiatan Karang Tarua. Monggo yang belum sempat mampir silahkan mampir :-) (red)

 

“Pemuda adalah Tanggung Jawab Karang Taruna” : Kritik untuk Karang Taruna Di Rembug Warga Tahunan

Desember 25, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Muda, Info Singosaren, Mbelik Pace News

Selasa (25/12) malam, bertempat di Grha Bhakti Singosari, diadakan Rembug Warga Tahunan (RWT). Acara ini diselenggarakan oleh LKM Singosari Sejahtera yang menjadi pelaksana lapangan PNPM Mandiri Perkotaan untuk wilayah Desa Singosaren. Rembug ini dihadiri oleh PJOK Kecamatan Banguntapan, Fasilitator, Lurah Desa, dan seluruh jajaran Lembaga Desa yang ada di Desa Singosaren.

Acara dibuka dengan sambutan dari ketua panitia, Bapak Suroso. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan lurah desa dan PJOK Kec. Banguntapan. Setelah diselingi dengan nyanyian dari grup organ tunggal Ibu-Ibu Sarirejo 1, acara dilanjutkan dengan Rembug Warga Tahunan.

RWT dimulai dengan pembacaan tata tertib dan laporan pelaksanaan program PNPM Mandiri tahun 2012. Setelah itu, dibuka sesi musyawarah untuk merumuskan Rencana Tahunan 2013. Dipimpin oleh Gito Mardi, usulan atau masukan dibagi dalam tiga sesi.

Sesi pertama diisi dengan usulan dari Ketua RT 05 Sarirejo 1, Perumahan Pesona Kotagede, Atif. Mencermati rencana yang sudah dituliskan dalam lembar yang dibagikan kepada peserta, Atif menambahkan beberapa usulan program. Pertama, pentingnya menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di utara desa. Tepatnya di sebelah SD Singosaren unit 2. Kedua, pembuatan biopori memang sudah selayaknya diprioritaskan. Ketiga, perlunya intensifikasi pemanfaatan pekarangan tidur di wilayah Desa Singosaren.

Setelah Atif, masukan diberikan kepada penanya kedua. Beliau memastikan apakah usulan yang sudah dituliskan sudah berdasar pada mekanisme bottom up (usulan dari bawah) atau jangan-jangan sifatnya masih top down. Hal ini perlu dipastikan untuk menjamin bahwa program tersebut memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Selanjutnya, beliau juga meminta informasi terkait dengan keberhasilan program tahun 2012 dibandingkan dengan rencana programnya.

Kemudian, masih dalam sesi pertama, usulan diberikan oleh Lisa dari Karang Taruna. Usulan yang diberikan lumayan panjang sehingga sempat dipotong oleh moderator. Hanya saja, menurut Lisa sebagai representasi dari pemuda, semua usulan tersebut penting untuk disampaikan. Pertama, belum jelasnya sasaran program yang tertulis di dalam rencana tersebut. Perlu ada pemaparan yang lebih rinci mengenai apa dan siapa yang menjadi sasaran masing-masing program tersebut. Kedua, belum munculnya program terkait pengembangan pariwisata, mengingat Singosaren adalah bagian pengembangan Wisata Pusaka Kotagede. Ketiga, pembangunan fisik yang masih terlalu dominan hingga mencapai 76.6%. Perlu ada tinjauan ulang untuk memastikan bahwa pembangunan fisik tersebut memang benar-benar menguntungkan warga miskin.

Keempat, terkait bidang pendidikan. Masalah utama dari pendidikan di Singosaren, khususnya generasi mudanya adalah etos belajar. Desa Singosaren sudah mempunyai program kejar paket. Hanya saja belum banyak warga yang memanfaatkan. Perlu ada program optimalisasi lembaga ini. Selanjutnya, dari pengalaman karang taruna, program pelatihan tidak berjalan efektif. Sedangkan melihat rencana di tahun 2013 ada beberapa program pelatihan yang akan dilakukan. Lisa meminta ada peninjauan ulang. Selanjutnya, masih terkait dengan bidang pendidikan, Lisa menyampaikan adanya bantuan 1000 eksemplar buku yang akan dikembangkan menjadi perpustakaan desa. Karang Taruna mengharapkan ada suntikan dana dari program ini untuk mengembangkan fasilitas tersebut.

Usulan terakhir terkait dengan bidang ekonomi. Selaku representasi dari kaum muda, Lisa menyampaikan usulan prioritas pengembangan ekonomi untuk wirausaha muda. Upaya ini sangat strategis untuk memutus tali kemiskinan. “Jika orang tuanya miskin jangan sampai anaknya turut miskin”, demikian penutup dari Lisa.

Ketiga usulan tersebut kemudian ditanggapi oleh anggota LKM yang pada intinya akan mempertimbangkan dan menampung seluruh usulan tersebut. Kemudian, RWT dilanjutkan dengan usulan sesi kedua.

Sesi kedua diawali oleh usulan dari Suyanto BE, salah satu anggota BPD. Beliau menyampaikan apresiasi atas perjuangan para relawan LKM. Beliau juga menyampaikan kritik sekilas tentang pemerintah desa yang selama ini dianggap belum ada program. Selain itu, beliau memohon ada informasi mengenai perkiraan anggaran yang akan diterimakan di tahun 2013.

Selanjutnya, usulan datang dari H. Jirahman yang mempertanyakan mengenai  realisasi program perbaikan jembatan antara Dusun Semoyan dengan Dusun Sarirejo 2. Program ini sudah lama diusulkan baik melalui PNPM maupun program desa. Hanya saja hingga saat ini belum ada realisasi.

Kedua pertanyaan pada sesi kedua ditanggapi langsung oleh Fasilitator. Beliau menyampaikan bahwa nominal dana yang diterima dihitung berdasar jumlah warga miskin menurut data BPS Pusat. Mengenai nominal pastinya baru akan diterima pada sekitar bulan Maret 2013 mendatang. Mengenai program yang akan direalisasi, akan diperhitungkan skala prioritasnya.

Setelah tanggapan dari Fasilitator, acara kemudian dilanjutkan dengan tambahan penjelasan dari Joko Purnomo, Ketua BPD sekaligus anggota DPRD DIY. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kinerja anggota LKM selama ini. Keberadaan program ini, disampaikan oleh beliau, harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Pasalnya, program ini tidak terikat dengan aturan yang dikeluarkan oleh Mendagri. APBN, APBD, atau ADD alokasi anggarannya harus diusulkan satu tahun sebelumnya. Untuk program tahun 2013, usulan program paling lambat diajukan pada oktober 2012. Sedangkan PNPM Mandiri tidak terikat dengan aturan tersebut. Usulan masyarakat pada malam ini masih sangat mungkin direalisasikan di tahun 2013.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan mengenai program pengembangan Kawasan Parkir Wisata Singosaren. Kawasan ini sepenuhnya dikelola oleh Desa sehingga tidak lagi bisa mengharapkan bantuan dari Pemkab Bantul. Desa yang harus bersinergi untuk bisa menghidupkan kawasan ini.

Sebelum RWT ditutup, sebuah pertanyaan muncul dari Didik Mulyadi, salah satu anggota LKM. Beliau menanyakan tentang keberadaan material yang ada di wilayah Sarirejo 2. Banyak warga yang menanyakan kepada beliau mengenai asal usul material tersebut. Didik mengharapkan penjelasan dari Joko Purnomo yang kebetulan juga menjabat sebagai sekretaris Pokgiat Sarirejo 2.

Menanggapi pertanyaan Didik, Joko Purnomo menjelaskan mengenai program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni. Ada berbagai sumber anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan program tersebut, baik dari kabupaten, provinsi, maupun Kementerian Perumahan Rakyat. Untuk tahun 2012, turun anggaran untuk membangun 19 rumah di Sarirejo 2, dari 27 rumah yang diusulkan. Sedangkan untuk wilayah lain, seperti semoyan dan singosaren 3 akan diupayakan di tahun 2013.

Dalam paparan penutupnya, Joko Purnomo melontarkan kritikan untuk Lisa dari Karang Taruna. Beliau merasa bahwa usulan dari Lisa kurang tepat. Menurut beliau, sebelum menanyakan program untuk pemuda, seharusnya karang taruna bercermin terlebih dahulu. Apa yang sudah dilakukan karang taruna untuk pemuda. “Pemuda adalah tanggung jawab karang taruna jadi seharusnya karang taruna bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu, apa yang sudah dilakukan untuk pemuda”, terang Joko Purnomo. Beliau menyampaikan seharusnya bukan seperti itu pertanyaannya melainkan karang taruna mempunyai program apa baru kemudian meminta fasilitasi.

Menanggapi kritikan tersebut Lisa menyampaikan kepada tim redaksi bahwa tujuan usulan yang disampaikan tersebut memang meminta fasilitasi. Sebagai contoh, karang taruna meminta suntikan dana untuk perpustakaan karena memang saat ini sudah mempunyai fasilitas tersebut. Hanya saja masih perlu dikembangkan dan karang taruna membutuhkan dana untuk merealisasikannya. Begitu juga dengan usulan prioritas wirausaha muda. Karang Taruna sudah mempunyai modal bergilir hanya saja jumlahnya masih sangat minim. “Akan sangat membantu jika ada program dari PNPM yang bisa dikolaborasikan dengan  program kami”, terangnya.

Mengenai ketidaktepatan kritikan tersebut, Lisa hanya beranggapan beliau salah paham dan kurang menangkap maksud yang diutarakan. “Masyarakat yang akan menilai mana yang tepat dan mana yang kurang tepat”, terangnya.

Mengingat waktu yang sudah malam, sesi ketiga musyawarah ditiadakan. Sebelum ditutup, Lurah Desa, Daryanto menyampaikan beberapa patah kata. Beliau berharap budaya saling kritik dapat diminimalisir. “Yang perlu dilakukan adalah mencari solusi bersama untuk mensejahterakan masyarakat Singosaren”, terang Daryanto. Acara kemudian ditutup dengan doa. (red)

Nonton Sorot

Desember 8, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Muda

 

Selasa (4/12) malam, warga Dusun Singosaren III Padukuhan III Singosaren Banguntapan berkumpul di halaman rumah Pak Buang. Meskipun hujan gerimis, mereka tetap bersemangat untuk menyaksikan lancar tancap alias Sorot. Suara orkes Bangbung Thek –thek Jaya Kusuma juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Acara nonton lancar tancap sebenarnya adalah acara Open Air Cinema yang diadakan oleh Jogja Netpac Asian Festival. Event film ini diadakan rutin setiap tahunnya di Jogja. Pada tahun 2012, JAFF berlangsung dari tanggal 1-4 Desember 2012. Salah satu agendanya adalah mengadakan pemutaran film di area terbuka dan diperuntukkan bagi masyarakat awal. Salah satu lokasi yang dipilih adalah Desa Singosaren.

Kerjasama ini berawal dari tawaran Gundi Aditya, salah satu panitia Open Air Cinema, kepada pihak KT Jaya Kusuma. Tawaran ini diterima dengan positif dan segera ditindaklanjuti. Untuk mempermudah pelaksanaan, KT Jaya Kusuma bekerjasama dengan PERMASI, organisasi muda yang ada di wilayah dusun Singosaren III. Menurut lisa, selain untuk memperlancar masalah teknis, kerjasama ini juga upaya menjalin silaturahmi antara KT desa dengan KT Unit.

Acara dimulai dengan orkes Thek-Thek Jaya Kusuma. Selepas jam 8, pihak JAFF memutar 6 film pendek. Tema dari film yang diputar bermacam-macam, mulai dari film anak, remaja, dan juga film yang mengandung nilai sosial. Pemutaran berakhir pada pukul 21.30 dan dilanjutkan dengan hiburan musik hip hop.

“Kami tidak menyangka acaranya akan semeriah ini. Ini adalah open air dengan jumlah penonton terbanyak “, komentar Gundi. (red)

Wisuda Siswa Kejar Paket : Inspirasi untuk Generasi Muda Putus Sekolah

September 10, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren

Ahad (9/09), 30 peserta didik Kejar Paket Bina Mandiri, baik jenjang SMU (Paket C) maupun jenjang SMP (Paket B) akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikannya.  Wisuda dihadiri oleh Kepala SKB Kab Bantul, Rr. Dwi Suwarniningsih dan juga seluruh lembaga desa yang ada di Singosaren.

Dalam sambutannya, Rr.Dwi S menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Singosaren yang telah berhasil meluluskan dua angkatan sejak tahun 2006 lalu. Ini adalah wujud kepedulian terhadap pendidikan warganya. Kedepan, diharapkan pemuda-pemuda putus sekolah di desa ini semakin banyak yang mengikuti kejar paket. “Tidak perlu malu ikut kejar paket. Ijazahnya sama saja bisa digunakan untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya”, papar Rr. Dwi S.

Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan oleh H. Joko Prayitno selaku pengurus Kejar Paket Bina Mandiri. Kemudian ditutup dengan sambutan Lurah Desa, Daryanta. (red)

Temu Ramah Bersama KT Desa Jetis GK dan KKN UIN

September 7, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Muda, Info Singosaren, Mbelik Pace News

Jumat (6/09) Karang Taruna Jaya Kusuma diberi kesempatan oleh Tim KKN UIN yang ada di Desa Jetis, Kec. Saptosari Gunung Kidul, untuk beramah tamah dengan Karang Taruna Desa Jetis. Dalam kesempatan ini, KT Jaya Kusuma berbagi pengalamannya. Begitu juga dengan rekan-rekan dari KT Jetis.

 

Dari pertemuan tersebut, masing-masing dari karang taruna mempunyai tantangan sendiri-sendiri. Tantangan tersebut terkait dengan karakter masyarakatnya maupun kondisi wilayah. Dari pengalaman KT Jaya Kusuma, tidak mudah untuk menyatukan berbagai organisasi muda yang ada. Namun, KT Jaya Kusuma mempunyai strategi, yaitu dengan menjalin relasi dengan ‘leader’ di masing-masing wilayah. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan yang terjadi di KT jetis. Mereka juga menemui kesulitan yang sama dalam merangkul rekan-rekan unit. Keberhasilan Jaya Kusuma kiranya dapat menjadi referensi bagi KT jetis untuk mengatasi hambatan mereka.

 

Dalam diskusi tersebut, KT Jetis menyampaikan bahwa mereka telah berhasil mengembangkan koperasi simpan pinjam bagi para pedagang kecil di pasar. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial rekan-rekan Karang taruna untuk membebaskan para pedagang tersebut dari jeratan rentenir. Inilah program menarik yang menginspirasi rekan-rekan di Singosaren.

 

Untuk menambah keakraban, KT Jaya Kusuma diminta untuk menginap bersama dengan rekan-rekan KKN UIN. Kemudian di pagi hari kami diajak untuk menikmati indahnya pantai selatan. Meskipun harus menempuh perjalanan berbatu, akhirnya kami bisa melihat birunya lautan tempat para lobster berenang dengan riang. Terimakasih atas pengalaman berharga ini. (lis)

Touring Keluarga Singosaren Ke Pantai Pulang Syawal : Kolaborasi SMC dan Jaya Kusuma

September 3, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren

Ahad (02/09) pagi ratusan motor berkumpul di depan Balai Desa Singosaren. Ratusan pengendara sibuk mempersiapkan peralatannya untuk melaju menuju Pantai Selatan Gunung Kidul. Ya, begitulah suasana pemberangkatan Touring Wisata Keluarga Singosaren yang diadakan oleh Singosaren Motor Community (SMC). Bekerjasama dengan Karang Taruna Jaya Kusuma, SMC yang notabene bersekretariat di Sarirejo 2 Singosaren, menggandeng berbagai komunitas bermotor se Desa Singosaren. Dan inilah hasilnya. Lebih dari 300 warga Desa Singosaren memeriahkan acara touring. Sekitar 175 kendaraan bermotor dan beberapa mobil siap melaju menuju Pantai Pulang Syawal Kab. Gunung Kidul.

Pemberangkatan diawali dengan sambutan Lurah Desa dan dilanjutkan dengan doa. Setelah berdoa, Daryanta, Lurah Desa mengibarkan bendera tanda pemberangkatan. Sebuah hartop menjadi forider pasukan SMC menuju Pantai Pulang Syawal.

Rute pemberangkatan diawali dari Balai Desa Singosaren menuju ke barat melewati Dusun Karangduren Jagalan. Setelah itu, rombongan melewati wilayah giwangan menuju ringroad selatan. Di perempatan terminal giwangan, pasukan SMC dibantu oleh Polmas Desa Singosaren berkoordinasi dengan Polisi setempat. Hal ini memperlancar perjalanan pasukan touring melewati ringroad menuju jalan imogiri Timur.

Perjalanan dihentikan ketika sampai di Lapangan Nawungan. Pemberhentian ini dimaksudkan untuk berkoordinasi terkait rute menanjak yang harus ditakhlukan oleh para peserta Touring. Dipandu oleh Surismato, Ketua SMC,  peserta mendapat arahan mengenai medan yang akan dilewati. Setelah itu, peserta dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Perjalanan panjang dengan jalan berkelok membuat touring semakin menantang. Rasa gentar terhapus oleh pemandangan indah pegunungan kapur yang menawan. “Inilah seninya bermotor. Bisa melihat pemandangan sekitar dengan leluasa”, celetuk salah satu peserta.

Sesampainya di Pantai Pulang Syawal, peserta dipersilahkan mengambil makan siang yang telah disediakan oleh panitia. Acara dilanjutkan dengan testimoni dari berbagai tokoh masyarakat, mulai dari Lurah Desa, Dukuh, RT, dan tokoh masyarakat lainnya. Tidak lupa dalam kesempatan ini Ketua KT Jaya Kusuma, Lisa Lindawati, memohon doa restu kepada seluruh peserta agar bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Alhamdulillah seluruh warga mendukung”, terang lisa. (red)

Safari Sahur Polres Bantul : Kapolres Siap Menanggapi Laporan Warga

Agustus 11, 2012 in Info Jaya Kusuma, Info Karang Taruna, Info Kita, Info Muda, Info Singosaren

Jumat (10/8) dini hari, Pos Ronda Dusun Semoyan Desa Singosaren dipenuhi oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Lurah Desa, segenap pamong pemerintah desa, pokgiat, karang taruna, polmas, danramil, FKPM, dan lain sebagainya . Pagi itu, mereka menunggu kedatangan Rombongan Safari Sahur ketiga belas dari Polres Bantul.

Dipimpin langsung oleh AKBP Dra. Dewi Hartati, Kapolres Bantul, rombongan Safari Sahur datang mengendarai beberapa mobil. Dalam kesempatan ini, Kapolres didampingi oleh Waka Polres Bantul, Kompol Aap Sinwan Yasin, SIK, Kasat Res Narkoba, Kasubbagbinops, Kasat Binmas, dan Juga Kapolsek Banguntapan. Rombongan Safari Sahur disambut oleh tokoh masyarakat dengan diiringi musik bangbung.

Dalam kesempatan safari sahur ini, Kapolsek menyampaikan perlunya kerjasama antara kepolisian dengan masyarakat. Kerjasama ini sangat diperlukan karena masyarakatlah yang pertama menghadapi ketika ada gangguan keamanan. Hanya saja masyarakat tidak boleh mengambil tindakan sendiri. Polisi yang mempunyai kewenangan untuk menindaklanjuti suatu kasus.

Selain menyampaikan hal tersebut, Kapolres juga menyatakan siap sedia jika mendapat laporan warga. Bahkan, beliau membagi-bagikan nomer handphone sebagai bentuk kesediaan tersebut. “Kalo sms, jangan lupa memberi nama dan asal dari mana, sehingga saya tau pesan ini datang dari siapa”, tutur beliau.

Pada akhir acara, pihak Kapolres memberikan kenang-kenangan berupa seperangkat alat keamanan, berupa lampu pengatur lalu lintas, tongkat polisi, dan 2 buah borgol. Kenang-kenangan diserahkan langsung oleh Kapolres kepada Ketua Pokgiat Ds Semoyan, H. Jirahman. Sebagai penutup dari bincang-bincang pada dini hari tersebut, seluruh elemen masyarakat dan rombongan safari sahur mengadakan sahur bersama. Acara berakhir menjelang shubuh. (iim)

berita terkait